Wednesday, 20 April 2011

Teori Big Bang Dalam Qur’an




Terjadinya alam semesta merupakan misteri bagi para ilmuwan-ilmuwan. Berbagai teoripun telah dibuat dalam rangka mengungkap misteri ini. Salah satu teori yang telah terkenal sekarang dan menjadi kesepakatan kebanyakan ilmuwan saat ini adalah teori big bang. Teori Big Bang menyatakan alam semesta terbentuk dari adanya ledakan dahsyat dari titik tunggal yang ”bervolume nol” dan ”kerapatan tak terbatas”. Semua materi di alam semesta berasal dari titik tunggal yang meledak ini.
Teori ini berlandaskan beberapa hal yang menyokong kebenarannya, antara lain :
- Meluasnya alam semesta
Penemuan astronom Amerika Edwin Hubble ketika mengamati bintang-bintang dengan teleskop raksasa di Observatorium California Mount Wilson pada tahun 1929, bahwa cahaya-cahaya dari bintang terlihat berubah ujung spektrumnya menjadi merah. Ini artinya bintang-bintang tersebut menjauh dari pengamat.. Menurut teori fisika yang sudah diakui, spektrum cahaya berkelip-kelip yang bergerak mendekati tempat observasi tersebut cenderung mendekati warna lembayung, sedangkan spektrum cahaya berkelip-kelip yang bergerak menjauhi tempat observasi itu cenderung mendekati warna merah. Lebih jauh lagi, Hubble menemukan ternyata bintang dan galaksi bergerak menjauhi bukan hanya dari kita, tetapi juga saling menjauhi diantara mereka. Hal ini menunjukkan bahwa alam semesta ”bertambah luas” secara tetap.
Fakta bahwa alam semesta ini meluas menunjukkan arti bahwa pada mulanya (jika waktu dirunut kebelakang) alam semesta ini berasal dari ”titik tunggal”. Hal ini sesuai dengan teori Big Bang dimana pada mulanya alam semesta terjadi karena adanya ledakan dari titik tunggal.
- Radiasi Latar kosmos
Pada tahun 1965, dua peneliti, Arno Penzias dan Robert Wilson, secara kebetulan menemukan gelombang-gelombang yang dinamakan radiasi latar kosmos pada ruang angkasa. Radiasi latar kosmos ini tampaknya tidak dipancarkan dari sumber tertentu tetapi merambati seluruh ruang angkasa. Penemuan ini diperkuat oleh satelit Cosmic Background Explorer (COBE) milik NASA yang mengangkasa untuk meneliti radiasi latar kosmos pada tahun 1989. Hanya membutuhkan delapan menit, scanner-scanner satelit ini menguatkan pengukuran dari Penzias dan Wilson. Dalam hubungan dengan teori Big Bang, gelombang panas yang diradiasikan secara merata dari sekeliling ruang angkasa itu (radiasi latar kosmos) adalah sisa yang tertinggal dari tahap awal Ledakan dahsyat dari Teori Big Bang.
Teori Big Bang ini secara tidak langsung mengatakan bahwa alam semesta ini diciptakan dan secara tidak langsung juga menolak pemahaman ateis bahwa alam semesta tidak diciptakan Tuhan melainkan ada dengan sendirinya. Istilah ”volume nol” dari titik tunggal dalam teori big bang sesungguhnya merupakan satuan teoritis untuk tujuan pemaparan. Ilmu pengetahuan dapat menetapkan konsep ’ketiadaan’, yang berada diluar jangkauan batas-batas pemahaman manusia, dengan hanya mengungkapkannya sebagai ”suatu titik yang bervolume nol”. Alam semesta muncul dari ”ketiadaan”. Dengan kata lain, alam semesta itu diciptakan.
Dari teori Big Bang ini juga dapat kita dikembangkan beberapa kenyataan lain yang mampu memojokkan pemahaman para ateis yaitu :
- Bagaimana mungkin setelah terjadinya Ledakan Dahsyat dari teori Big Bang ini muncul galaksi-galaksi, bintang, matahari, bumi, dan semua benda langit lainnya yang tertata serta terbentuk hukum fisika yang sama diseluruh penjuru alam semesta dan tidak berubah?
Ya ini semua menunjukkan adanya peran Sang Pencipta dalam terjadinya alam semesta. Bila tidak ada peran Sang Pencipta maka tidak mungkin dari suatu ledakan terbentuk tatanan benda-benda langit yang memiliki aturan keseimbangan yang luar biasa. Secara logika, ledakan pastilah tidak menghasilkan tatanan. Semua ledakan cenderung berbahaya, mencerai-beraikan dan merusak apa yang sudah ada. Contohnya ledakan bom, letusan gunung berapi, dsb memiliki pengaruh yang merusak. Tidak mungkin suatu ledakan dari suatu kumpulan besi-besi misalnya membentuk suatu pesawat terbang. Atau ledakan dari kumpulan benda-benda membentuk rumah yang mengesankan atau istana yang megah. Namun, dalam ledakan dahsyat teori big bang terbentuk tatanan alam semesta yang seimbang dan suatu hukum yang disebut ”hukum fisika”, yang sama diseluruh penjuru alam semesta. Hal ini menunjukkan adanya Sang Pencipta yang mencipta alam semesta.
Fisikawan terkenal Prof.Stephen Hawking menyatakan dalam bukunya, A Brief History of Time, bahwa alam semesta tersusun berdasarkan perhitungan dan keseimbangan yang tersetel dengan lebih baik dari yang kita rasakan
- Struktur atom. Alam semesta yang terbentuk dari ledakan dahsyat tersebut bila dilihat dari unsur pembangun zat adalah atom-atom. Bintang, bulan, bumi, matahari, apa yang ada sekitar kita (kursi, meja, buku, makanan, dll), tubuh kita, hewan, tumbuh-tumbuhan dan sebagainya adalah kumpulan atom-atom. Struktur atom yang kompleks bukanlah sembarangan terjadi, bukanlah terjadi dengan kebetulan. Setiap atom mempunyai nukleus yang mengandung proton dan neutron yang jumlahnya tertentu. Disamping itu, ada elektron-elektron yang bergerak mengelilingi nukleus dalam suatu orbit yang tetap dengan kecepatan 1.000 km per detik. Jumlah elektron suatu atom yang bermuatan positif dan elektron yang bermuatan negatif selalu seimbang satu sama lain. Jika salah satu dari jumlah ini berbeda, tidak ada ada atom karena keseimbangan elektromagnetiknya terganggu. Elektron-elektron ini berputar mengelilingi inti atom mereka sendiri dengan kecepatan tertentu tanpa saling menyimpang. Kecepatannya selalu seimbang dengan yang lainnya dan selalu menjaga kelangsungan hidup atomnya. Tidak pernah terjadi salah atur, perbedaan ataupun perubahan. Dengan melihat struktur atom yang luar biasa tertata ini jelas menunjukkan bahwa adanya peran Sang Pencipta. Tidak mungkin bila suatu ledakan menghasilkan sesuatu yang luar biasa seperti kecuali adanya peran Sang Pencipta, sang arsitek alam semesta mulai dari struktur terkecil (atom) sampai keseimbangan alam semesta yang luas. Kesemua hal ini jelas menunjukkan adanya Sang Pencipta dan otomatis tertolak paham ateis yang tidak mempercayai adanya Tuhan.
Teori Big Bag dalam Al-Qur’an
Al-Qur’an pada empat belas abad yang lalu, ketika manusia masih memiliki pengetahuan yang amat terbatas tentang alam semesta, menerangkan tentang penciptaan alam semesta.
”Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Qur’an Surat Al-Anbiya’ : 30)
Ayat tersebut cocok dengan teori Big Bang. Bahwa langit dan bumi (alam semesta) pada mulanya adalah satu padu, lalu terpisah. Bila dikaitkan dengan teori Big Bang, pemisahan tersebut adalah melalui ledakan dahsyat.
Al-Qur’an juga menerangkan bahwa alam semesta meluas. Hal itu tercantum dalam ayat:
”Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya” (Qur’an Surat Az-Zariyat : 47).

Thursday, 17 February 2011

Tanggapan Diri Positif


Kita tidak boleh mengubah sesuatu yang telah berlaku tetapi kita boleh mengubah tanggapan dan cara fikir kita terhadap sesuatu itu. Perubahan tanggapan perlu dibuat bagi meletakkan diri kita pada situasi yang menguntungkan diri kita sendiri.
Kejayaan adalah satu pilihan hidup. Ia bukan sekadar takdir dan jauh sekali berdasarkan nasib semata-mata. Kebolehan seseorang mengharungi cabaran hidup, menyelesaikan masalah, dan mengawal emosinya banyak
bergantung kepada tanggapan yang wujud dalam pemikirannya. Sekiranya tanggapan itu positif maka baiklah natijahnya. Kalau tanggapan itu negatif maka buruklah pula hasilnya.
Bagaimana tanggapan ini terbentuk? Bolehkah ia diubah? Persoalan ini sering memeningkan kepala mereka yang bukan ahlinya.
Tanggapan terbentuk hasil daripada acuan ibu bapa sendiri. Pengalaman lampau, peristiwa penting, pergaulan, bahan-bahan bacaan, media serta idola juga membentuk tanggapan dalam diri kita. Apa yang kita percaya dan yakin sebagai benar akan membentuk pegangan hidup kita dan seterusnya menjadi sumber rujukan kita apabila berlakunya sesuatu peristiwa. Kerap kali kita berkata, "orang itu tak boleh dipercayai", semata-mata kerana kita mengenali seseorang sebelumnya, yang mirip atau seiras dengan orang itu, yang pernah membohongi kita. Tanggapan sebegini hanya merugikan kita dan memerangkap diri sendiri.
Tanggapan kita terhadap kebolehan diri kita seringkali tersasar. Kita menilai diri kita berdasarkan hanya tanggapan dan bukannya kebolehan diri sebenar yang ada.

Tuesday, 1 February 2011

Islam

Hari esok Untuk Islam
Fajar menyinsing
Sikap kita


            Setelah kejatuhan empayar Islam Othmaniah, kita telah melihat beberapa siri penindasan dan kekejaman yang telah menimpa umat Islam sehingga hari ini. Umat Islam seolah-olah telah hilang taringnya yang tidak mampu melawan kekuatan musuh. Islam telah kehilangan rijal-rijal yang akan kembali membawa kegemilangan Islam. Pukulan hebat dan penangkapan serta penyembelihan berlaku pada umat Islam apabila umat Islam mula bangun cuba untuk menegakkan Islam kembali. Umat Islam seolah-olahnya kehilangan pedoman dan panduan apabila melihat kekuatan musuh  yang begitu hebat. 
            Ramai di kalangan muslimin menyangkakan bahawa pada akhir zaman nanti akan berlakunya al fitan dan kerosakan di muka bumi. Mereka menyangka  bahawa kekufuran beleluasa, kejahatan menguasai  alam. Islam berada di dalam kemunduran dan penegak kebenaran dihina dan ditindas.
            Sebenarnya ini merupakan satu tasawwur yang silap yang seharusnya diperbaiki. Kegelapan yang menimpa umat Islam kini tidak akan selama-lamanya. Fajar Islam akan menyinsing tidak lama lagi. Jahiliyah pasti akan runtuh di bawah kekuatan Islam. Islam akan sekali lagi menjadi pentadbir alam ini. Maka muslimin  seharusnya merasa yakin dan tidak berputus asa dengan janji Allah bahawa Islam akan muncul mentadbir  alam ini walaupun orang kafir cuba untuk menghapuskannya. Firman Allah Taala." Mereka cuba untuk memadam cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya Nya walaupun orang kafir tidak menyukai" (at Taubah: 32)
            Sebenarnya sikap berputus asa dan keluh kesah terhadap suasana yang menimpa umat Islam kini merupakan sikap yang  sepatutnya  dikikis. Umat Islam seharusnya merasa optimis dengan kejayaan yang bakal dihadapi oleh Islam pada suatu hari nanti.
            Apabila kita melihat sirah perjuangan Rasulullah s.a.w,  Rasulullah sering memberikan khabar gembira kepada sahabat tentang kemenangan-kemenangan yang bakal  diperolehi oleh muslimin. Di dalam peristiwa hijrah, semasa Rasulullah s.a.w berhijrah ke Madinah, baginda telah berjanji kepada Suraqah yang telah cuba untuk membunuh Nabi dengan menghadiahkan kalung Kisra raja  Parsi kepada Suraqah. Walaupun pada masa itu Islam masih lagi diperingkat awal, namun Rasulullah mampu menjanjikan bahawa Islam akan mengalahkan kerajaan Parsi.
            Begitu juga semasa di dalam peperangan al Ahzab, ketika mana Rasulullah cuba memecahkan batu untuk menggali Parit. Rasulullah telah  menyatakan kepada para sahabat bahawa Islam akan menawan kota-kota Yaman, Rom dan Parsi. Sedangkan pada  ketika ini umat Islam sedang berada di dalam kegetiran berhadapan dengan jumlah musuh yang begitu ramai, tetapi Rasulullah s.a.w. mampu menjanjikan kepada para sahabat tentang kemenangan yang bakal diperolehi oleh mereka.
            Dengan keyakinan inilah para sahabat berjuang bersungguh-sungguh untuk menyebarkan Islam di muka bumi ini dan seterusnya melaksanakan janji-janji yang telah dinyatakan oleh Rasulullah s.a.w. kepada mereka.
           
           
Tanda-tanda awal telah kita lihat pada hari ini bahawa fajar Islam akan kembali bersinar tidak lama lagi. Kita melihat kebangkitan Islam telah mula bersinar di seluruh pelosok dunia. Umat Islam telah mula kembali kepercayaan mereka terhadap Islam. Dan musuh-musuh Islam telah mula bimbang dan khuatir dengan kebangkitan ini dengan menyebarkan dakyah bahawa
golongan-golongan ini merupakan 'terrorist' dan 'fundamentalist'.
            Kuasa-kuasa besar dunia semakin hari semakin hilang kekuatannya. Keruntuhan kerajaan Komunis Soviet Union dan kerajaan-kerajaan  komunis yang lain merupakan satu petanda bahawa kekuasaan kekuatan musuh tidak akan selama-lamanya. Amerika Syarikat pada ketika ini telah mengalami masalah dalaman negara yang begitu teruk. Golongan remajanya yang bakal menjadi teraju kepemimpinan negara telah mengalami  keruntuhan moral yang amat
dahsyat. Amerika Syarikat yang mendabik dada kekuatan mereka sebenarnya merupakan negara yang menunggu saat-saat kehancuran seperti mana runtuhnya kerajaan komunis.
            Ini merupakan bibit-bibit awal bahawa fajar Islam akan mula menyinsing dan akan menjadi penguasa alam ini. Kesedaran Islam telah mula tercerna di dalam hati-hati umat Islam. Pemuda-pemuda Islam di seluruh pelosok alam
telah mula melaungkan slogan Islam. Kebangkitan Islam telah berlaku kepada umat Islam dalam bentuk fikri, akhlak, ekonomi dan jihad.  Maka kita yakin bahawa Allah pasti akan bersama-sama mereka dalam menegakkan Dinul Islam ini.

Kekuatan yang dimiliki oleh Muslimin.

            Sesungguhnya Muslimin mempunyai kekuatan yang tidak ada pada manusia yang lain. Penegakan Daulah Islam yang pertama di Madinah telah meninggalkan kesan yang mendalam dalam hati umat Islam.  Gerakan dan cara yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah menjadi panduan kepada Muslimin hari ini untuk menegakkan Islam kembali. Perlu diyakini bahawa marhalah dakwah dan cara yang dilakukan oleh Rasulullah itu merupakan 'Rabbani Taujih' (panduan dari Allah) yang diberikan kepada Rasulullah sehingga Islam tertegak dengan megahnya dimuka bumi ini. Maka dengan bekalan pengalaman ini, muslimin mengatur langkah dalam menegakkan Islam kembali di muka bumi ini.
            Selain daripada itu, muslimin mempunyai kekuatan yang tidak boleh dipandang lekeh oleh manusia.  Kita boleh simpulkan bahawa muslimin mempunyai tiga unsur kekuatan  yang mampu menggugat kekuatan musuh.
 Pertama:  Kekuatan kuantiti.
Islam pada hari ini mempunyai bilangan penganut yang hampir suku penduduk dunia yang tersebar di seluruh benua di dunia.  Sesungguhnya jumlah yang ramai ini merupakan antara aset utama dalam menegakkan Islam. Ianya merupakan satu nikmat yang seharusnya di syukuri. Sepertimana firman Allah swt "Ingatlah, ketika kamu masih sedikit, kemudian kamu telah menjadi
banyak"(Al A'araf: 86).
Jamaluddin Al Afghani pernah berkata kepada rakyat India: "Jika sekiranya bilangan kamu yang berjuta-juta ini semuanya menjadi lalat, nescaya kamu mampu untuk menghancurkan telinga Inggeris."

Kedua: Hasil Bumi.
Muslimin pada hari ini menetap di negara-negara yang amat kaya dengan hasil buminya. Negara yang yang kaya dengan minyak dan bahan galian yang lain serta tanah yang subur untuk pertanian. Semuanya ini merupakan kepunyaan muslimin.

Ketiga: Manhaj Rabbani.
Inilah kekuatan yang tidak ada pada manusia yang lain. Muslimin menyeru manusia kepada satu sistem yang mampu membawa keadilan dan kebahagiaan kepada alam sejagat. Sistem ciptaan manusia yang wujud pada hari ini sebenar telah membawa kepada kerosakan dan kesengsaraan kepada manusia. Manusia yang berfikir tidak akan sekali-kali menolak sistem Allah ini.

            Oleh itu jelaslah kepada kita bahawa kelemahan umat Islam ini tidak akan selama-lama. Islam sekali lagi akan mencapai kejayaan dan menjadi pentadbir alam ini.


Kita sebagai pejuang agama Allah ini seharusnya mempunyai sikap yang optimis dengan kejayaan yang bakal di hadapi oleh Islam. Kita tidak seharusnya bersifat putus asa dan keluh kesah dengan suasana dan penindasan musuh terhadap umat Islam. Malah kita yakin dengan janji-janji Allah bahawa Allah akan memenangkan agamanya walaupun dihalang oleh orang-orang kafir.     
Dengan keyakinan ini bukan bermakna kita akan berdiam diri dan berpeluk tubuh dengan menunggunya kemenangan yang dijanjikan oleh Allah. Tetapi dengan keyakinan ini, seharusnya kita mempergandakan amalan dan usaha kita dalam menegakkan agama Allah ini.

            Janganlah umat mengimpikan kemenangan muslimin terhadap Yahudi sedangkan umat masih lagi berpecah belah, berselisihan dan pergaduhan. Janganlah umat berangan-angan dengan kemenangan sedangkan umat masih lagi bermalasan dan tidak bersungguh-sungguh.
            Mustahil kemenangan diberikan kepada orang yang bermalasan dalam berhadapan dengan musuh yang berjuang bersungguh-sungguh menghancurkan Islam. Mustahil kemenangan diberikan kepada umat yang hanya meluangkan cebisan waktu untuk Islam dalam berhadapan dengan musuh yang meluangkan sepenuh waktu untuk meruntuhkan Islam. Maka cepat atau lewatnya kemenangan Islam adalah di bahu kita bersama yang akan dipersoalkan oleh Allah Ta'ala nanti.
            Dan ingatlah kata-kata Saidina Umar kepada sahabatnya: " Impikanlah" Seorang pemuda berkata: " Aku mengimpikan jika sekiranya negeri ini dipenuhi dengan emas lalu aku infakkan pada jalan Allah." Omar berkata lagi: "Impikanlah". Seorang pemuda berkata: "Aku mengimpikan jika negeri ini dipenuhi dengan batu permata lalu aku infakkan pada jalan Allah." Omar berkata lagi: "Impikanlah". Mereka berkata: "Kami tidak tahu apa yang hendak dikatakan wahai Amirul Mukminin" Omarpun berkata: "Tetapi aku mengimpikan rijal seperti Abu Ubaidah bin al Jarrah, Muaz bin Jabal dan Salim, hamba Abu Huzaifah. Lalu aku meminta pertolongan dari mereka untuk meninggikan kalimah Allah".
            Itulah sebenarnya modal utama untuk kembali memerintah dunia. Seorang pemuda lebih berharga dan bernilai dari seluruh isi dunia. Maka pemuda inilah yang akan berjuang sehingga tertegaknya Dinul Islam ini. Wallahu A'alam.